Shopping Cart

Total Items:
SubTotal:
Tax Cost:
Shipping Cost:
Final Total:

Populer Post

Arsip Blog

Label

  • Untuk Kalian Yang Rindu Perubahan
    Untuk Kalian Yang Rindu Perubahan
    Penulis: Edgar Hamas
    Penerbit: Pro U Media
    Tebal: 240 halaman
    Berat: 197 gram

    Harga: Rp. 42.000 (diskon 25%)
    Harga: Rp. 31.500

    Sinopsis:
    Untuk Kalian Yang Rindu Perubahan - Ini harapan, harapan suatu saat nanti masjid-masjid penuh dengan pemuda, dan takbir bergemuruh di pusat-pusat kota. Ini impian, impian pasar-pasar madani yang penjual dan pembelinya jujur lagi penuh tata krama. Keduanya tak mengharap, kecuali ridha dari Rabb 'Azza wa Jalla.

    Ini tekad, tekad di suatu hari kala parlemen dipenuhi negarawan merakyat. Ketika dikumandangkan azan, semuanya tumpah ruah ke masjid sembari berkata: ìAllah telah membuka pintu pertemuan dengan kita, mari bersegera. Ini keinginan, keinginan suatu hari nanti pantai-pantai dan lembah hijau dipenuhi pasangan halal suami-istri yang bertadabbur bersama keluarga terkasih, bukan lagi oleh muda-mudi yang memadu nafsu dan menjauh dari ridha Sang Maha Pengasih.

    Ini cita, cita ketika tontonan di televisi sarat dengan hikmah dan inspirasi. Cita ketika yang tertayang memberi ilmu dan pemahaman hakiki, bukan lagi suguhan penghancur generasi. Ini mimpiku, kamu, dan para perindu perubahan. Sungguh, keyakinan itu ada, semoga Indonesia menjadi negeri madani, rumah perdamaian bagi peradaban bumi.
  • Mengejar ngejar mimpi
    Novel Mengejar Ngejar Mimpi
    Penulis: Dedi Padiku
    Penerbit: AsmaNadia Publishing House
    Berat:

    Harga: Rp. 56.000 (diskon 20%)
    Harga: Rp. 44.800

    Sinopsis:
    Ini benar-benar diary kocak dari seorang pemuda nekat.
    Namanya Dedi Padiku.
    Bisa dibilang ini novel tetralogi 4 in 1.
    Novel kocak, yang dijamin bikin kamu ketawa.
    Juga novel romantis, yang membuat pembaca mabuk cinta.

    Nggak cuma itu, Novel Mengejar ngejar Mimpi memilíki banyak bagian haru, yang akan membuatmu ikut berurai air mata. 
    Sebuah novel inspiratif yang menguatkan semangat ketika kamu merasa lemah mencapai cita-cita.

    Baca kisah perjalanan unik dan nekat Dedi Padiku mencapai impian di Jakarta. Kamu nggak akan percaya ada begitu banyak kisah terjadi pada satu orang hanya dalam waktu Singkat! Dan kita bisa belajar banyak dari kisah hidupnva.
    Tak banyak buku mampu menggugah pembaca seperti ini. Membuat pembaca terhibur dan berkaca-kaca di Saat yang sama.

    "Tidak mudah menemukan pengalaman unik, kocak tragis, dan inspiring terjadi pada satu orang. Untuk mencapai impian menjadi penulis, Dedi Padiku harus memulai dari kuli bangunan, kuli pasar, sopir, salesman, pelayan, bahkan sempat direkrut menjadi teroris dan ditawari bekerja sebagai gigolo. Kaya pembelajaran berharga untuk semua yang memperjuangkan impian." (Asma Nadia, Penulis 49 Buku Best Seller.)

    “lni novel yang secara isi Iebih kuat dan kaya dari Laskar Pelangi. Dedi Padiku mampu menghanyutkan pembaca dalam ramuan kisahnya. Tangis, tawa, derita, dan bahagía dalam satu cerita. Benar-benar menginspirasi pembaca!" (Armiadi Asamat, Penggiat Kepenulisan)


    “Kalau tidak kenal langsung orangnya, sulit percaya apa yang dilewati Dedi Padiku adalah kisah nyata. Benar-benar keren!"
    Wasi’ Kendedes, Aktivis Mural dan Desain Grafis

    “Dedi pernah dilecehkan sebuah website kepenulisan karena tidak mengerti pemakaian tanda baca dan huruf besar. Pernah ditolak dan ditertawakan tulisannya karena dianggap buku aliran Sesat. 
    Tapi ia tidak menyerah sampai akhirnya buku ini berhasil diterbitkan. Tentu saja bukan perjuangan yang mudah.” Isa Alamsyah
  • Salon Kepribadian Asma Nadia
    Salon Kepribadian - Jangan Jadi Muslimah Nyebelin
    Penulis: Asma Nadia
    Penerbit: AsmaNadia Publishing House
    Tebal: 328 halaman
    Berat: 400 gram

    Harga: Rp. 56.000 (diskon 20%)
    Harga: Rp. 44.800

    Sinopsis:
    kepribadian buat muslimah, memangnya perlu? 
    Bukannya muslimah apalagi jika sudah berkerudung, identik dengan pribadi anggun yang menebar sejuk pada sekitar? 
    Hm, meski seharusnya hanya menjadi sumber kebaikan, lihat kiri kanan deh, atau tatap bayangan di cermin.

    Jangan-jangan muslimah nyebelin yang butuh direhab itu kita sendiri:) Mulai dari menjadi sumber aroma tidak sedap karena bau badan, selalu ngeluh sampai teman yang dengar lama-lama pingin menjitaki; atau kebiasaan asal komen, “Kok kamu gendutan sih? Iteman sih? Jerawatan sih?” Bahkan saat menjalankan ibadah pun, ternyata muslimah bisa kena label nyebelin. Contohnya muslimah yang berdoa panjang atau sibuk make up di karpet musholla, sementara antrean penuh. Asal menaruh kaus kaki ketika shalat hingga jamaah di belakangnya kebauan, dan lain-lain.

    Dengan segudang alasan itu, Salon Kepribadian, hadir, untuk membantumengoreksi kebiasaan sepele, namun ternyata membuat tidak nyaman sekitar. Semoga menjadi menjadi kado cinta bagi muslimah mana saja: keluarga, sahabat, bahkan (calon) istri:) Testimoni: Buku ini berjasa mengubah penampilan saya. Yang tadinya cuek bebek, sim salabim berubah 180 derajat. Tadinya saya berpikir penampilan luar nggak penting, isi otak dan hati lebih penting.

    Tapi setelah terjun ke dunia profesional, baru sadar, ternyata saya salah total! Terima kasih Mbak Asma Nadia (Heni Heryani) Bagi yang baru pakai kerudung, atau yang ingin pakai kerudung, dan yang sudah pakai kerudung buku ini sungguh sangat recommended banget! (Syifa Adiba, Goodreads) Sangat inspirasional :D Dengan lugasnya Mbak Asma menjabarkan berbagai 'kelemahan' yang sering kali tidak kita sadari. Dengan gaya mirip ngobrol, membuat saya tersadar banyaaaaaaak banget punya kelemahan.

    Buku "Salon Kepribadian" ini seperti cermin. Bacalah agar tahu kelemahan kita yang 'sepele tapi nyebelin. (Tapetum Lucidum, Goodreads) Nggak bosen baca ini buku. Tidak menggurui ataupun sok tau, sok maksain harus A, B, C, atau D. Malahan kita ketawa-ketiwi nyadarin kesalahan diri. Dan berjanji mengubahnya. Dibaca bareng sobat jadi saling instropeksi diri, memberi saran yang membangun, jadinya nggak tersinggung. (Aishi Lely) Isinya simpel, tapi ngejleb banget, dan sukanya buku ini practical, bisa ngasih gambaran hal apa aja yang bisa kita lakukan untuk nggak jadi muslimah nyebelin. (Rahmi Ayu Umami)
  • Surga yang tak dirundukan
    Novel Surga Yang Tak Dirindukan
    Penulis: Asma Nadiah
    Penerbit: AsmaNadia Publishing House
    Tebal: 320 Halaman
    Berat: 400 gram

    Harga: Rp. 59.000 (diskon 20%)
    Harga: Rp. 47.200

    Sinopsis:
    Tak kusimpan rahasia pada Hawa
    meski tak juga kuceritakan semua
    bahwa padanya hanya ada sedikit cinta

    Apa artinya rumah jika tak lagi menjadi pelabuhan yang ramah bagi hati seorang suami?
    Apa jadinya surga jika ia tak lagi dirindukan?
    Benarkah dongeng seorang perempuan harus mati agar dongeng perempuan lain mendapatkan kehidupan?

    Ah.
    Istana yang retak-retak.
    Peristiwa tragis dan e-mail aneh dari gadis bernama Bulan.
    Pertanyaan yang terus mendera : “Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak cukup membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?”
    Sementara seseorang berjuang melawan Tuhan, waktu dengan sabar menyusun keping-keping puzzle kehidupan yang terserak, lewat skenario yang rumit namun menakjubkan.

    Para penulis perempuan seperti gumpalan burung yang jatuh dari udara, menyerbu kehidupan sastra Indonesia, memasuki milenium ketiga. Masing-masing dengan dunianya. Ada yang cerdas, radikal, bebas, bahkan lebih gila dari lelaki. Tetapi ada yang gaul, melankolis, puitis, komunikatif, santun, namun sesungguhnya memberontak.
    Arini berhenti berlari. Tak lagi berusaha menghindar dari luka, papar Nadia mengakhiri kisahnya. Sebuah suara lirih yang menggelegar karena menunjukkan tekad yang menjadi wajah lain dari langkah perempuan Indonesia masa kini. (Putu Wijaya, seniman)

    "Dengan kepiawaiannya mengeksplorasi dunia kata, Asma Nadia memotret poligami dari semua sisi: sisi suami, sisi "korban"---—dalam hal ini istri pertama—---dan sisi perempuan pemilik Istana Kedua.
    Kisah yang sangat menyentuh dan membuat saya jadi ingin "mewajibkan" semua laki-laki membaca Novel ini." (Dewie Sekar; penulis Zona @ Tsunami, Perang Bintang, dan Zona @ Last)  
  • Agar Orang Sibuk Bisa Menghafal Al-Qur'an

    Agar Orang Sibuk Bisa Menghafal Al-Qur'an

    Penulis: Bahirul Amali Herry
    Penerbit: Pro U Media
    Isi: 230 halaman
    Berat: 250 gram
    SofCover

    Harga: Rp. 36.000 (diskon 25%)
    Harga: Rp. 27.000

    Sinopsis:
    Buku dengan Judul: "Agar Orang Sibuku Bisa Menghafal Al-Qur'an" yang ditulis oleh Bahirul Amali ini memudahkan seseorang yang hendak menghafalkan Al-Qur`an, terutama bagi mereka yang sibuk. Sangat baik karena dilengkapi dengan jadwal-jadwal harian yang sangat membantu, terukur, dan kontinu.
     
    Ustadz Sofyan Sofi, Lc (Mudir Ma’had Abdurrahman bin ’Auf al-’Aali; penerima sanad syahadah tahfizh di Masjid an-Nabawi Madinah)
    Al-Qur`an; ia dihafal memuliakan akal,
    ia diamal jadi kebaikan nan dikenal,
    ia direnungi jadi peneguhan hati.
    Buku Akhi Bahirul Amali mengajak kita bermesra dengannya. Mari....
    Salim A Fillah (penulis buku best seller ‘Jalan Cinta Para Pejuang’; pengasuh 'Majelis Jejak Nabi')

    “Sebuah buku yang semakin mengokohkan kebenaran firman bahwa semua aspek Al-Qur`an—terutama menghafal—betul-betul Allah mudahkan. Rasa cinta kepada ayat-ayat Al-Qur`an kemudian berpadu dengan kesediaan berkorban dengan ketekunan ‘berdua-duaan’ setiap shalat lima waktu dengannya, Demikian resep buku ini. Maka siapa pun dia, tiada alasan untuk tidak mampu menghafal al-Qur`an kecuali jika memang tidak mau!”
    Ustadz Alfin Shahih, al-hafizh (Pengasuh dan Pembina Pondok Pesantren Tahfidzul Qur`an Kampoeng Tilawah)

    “Buku ini memiliki gaya penuturan yang sederhana dan khas tetapi praktis. Menumbuhkan semangat baru dan keyakinan pembacanya atas kemampuannya untuk dapat mewujudkan keinginannya menjadi hafizh Al-Qur`an.”
    Drs. Sunarto, M.Ag. (Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang)

    “Tidak ada salahnya kita mencoba menghafal dengan metode menghafal Al-Qur`an di buku ini. Karena setelah saya mencoba, ternyata bisa dipraktikkan dengan mudah.”
    Ummu Zahir (ibu rumah tangga satu anak)

    “Buku ini layak dibaca semua kalangan, baik anak-anak pelajar/mahasiswa maupun orangtua khususnya anak muda. Buku ini mudah dicerna, banyak yang didapat untuk penyemangat para penghafal Al-Qur`an.”
    A. Miftahul Huda (pekerja profesional)
  • Buku Beginilah Seharusnya Aktivitas Dakwah

    Beginilah Seharusnya Aktivis dakwah

    Penulis: Satria Hadi Lubis
    Penerbit: Pro U Media
    Isi: 112 halaman
    Berat Buku: 95 gram

    Harga: Rp. 20.000 (diskon 25%)
    Harga: Rp. 15.000

    Sinopsis:
    Beginilah Seharusnya Aktivis dakwah - Saat ini dakwah memiliki ruang yang semakin lapang untuk berkiprah. Era reformasi telah memberikan kesempatan yang luas bagi dakwah untuk melakukan mobilitas vertikal dan horizontal. Mobilitas vertikal dalam wujud semakin signifikannya pengaruh dakwah di tataran politik dan kekuasaan negara. Mobilitas horizontal dalam wujud semakin menyebarnya fikrah dakwah di kalangan umat.

    Peluang yang besar ini tentu perlu disikapi secara sigap oleh para aktivis dakwah agar tidak menjadi mubazir dan sia-sia. Tugas kita sebagai aktivis dakwah adalah merancang agenda dakwah ke depan sambil tidak lupa untuk berbuat bagi kemajuan dakwah di masa kini. Bukankah Allah Swt telah memerintahkan kita untuk selalu memiliki agenda masa depan? Bukanlah Allah Swt menginginkan kita agar selalu memperbaiki diri? Menjadi aktivis dakwah yang seharusnya aktivis dakwah?

    Apa yang ditulis dalam buku yang berjudul "Beginilah Seharusnya Aktivis Dakwah" ini adalah sumbangsih tentang pokok-pokok pikiran yang seharusnya dilakukan aktivis dakwah agar selalu meraih kesuksesan. Sistematika buku ini diawali dengan sikap yang benar dalam menghadapi kemenangan dakwah, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan tiga agenda besar yang perlu dilakukan untuk memperoleh kemenangan dakwah di masa mendatang: kaderisasi (tarbiyah), pelayanan umat (khadimul ummah), dan penataan organisasi (tanzim).
     
  • Wahai Muslimah Janganlah Menyerah

    Wahai Muslimah Janganlah Menyerah

    Penulis: Rochma Yulika
    Penerbit: Pro U Media
    Isi: 208 halaman
    Berat: 170 gram

    Harga: Rp. 38.000 diskon 25%
    Harga: Rp. 28.500

    Sinopsis:
    Wahai Muslimah Janganlah Meyerah, Teruslah Melangkah hingga Kaki Menginjak Jannah
      
    Wahai Muslimah....

    Bila kita bertemu dengan rintangan
    Hadapi semua sebagai tantangan
    Bila kita berjumpa dengan impitan
    Yakinlah Allah akan hadirkan kelapangan
    Dan bila kita bersua dengan kesulitan
    Niscaya Allah sudah siapkan kemudahan

    Pantang mengaku kalah meski harus berteman lelah
    Pantang mengeluh meski harus berkawan peluh
    Pantang mundur meski semangat mulai mengendur
    Pantang putus asa meski tubuh seakan tak kuasa
    Pantanglah menyerah hingga akhir usia


    Buku dengan judul "Wahai Muslimah Janganlah Meyerah" ini mengulas rupa-rupa problematika wanita, Muslimah sekalian, baik sosok istri maupun perawan, tua maupun muda, urusan pribadi maupun bersama, semuanya. Namun, tak lupa buku ini juga menyajikan solusinya. Dalam buku ini dibahas bagaimana peran Muslimah dalam mengelola kehidupan, bukan hanya sebagai objek, melainkan menjadi subjek yang aktif.

    Masalah-masalah seperti penyakit hati, fitnah syubhat, godaan syahwat, renggangnya ukhuwah, futur dakwah, dan lain-lainnya coba diurai satu per satu dalam bab yang berbeda. Kemudian, ditampilkan pemecahan dan jalan keluarnya. Pada setiap topik pembahasannya, penulis menukilkan satu-dua kisah yang beribrah, baik dari masa lalu maupun masa kini. Harapannya, dari kisah itu kita dapat becermin, terinpsirasi lalu berbenah.

    Buku Wahai Muslimah Janganlah Menyerah ini hadir untuk menyadarkan setiap Muslimah atas berbagai kemungkinan masalah, kerapuhan diri, gundah, dan gelisah sekaligus belajar bersama mengais serakan hikmah. Pada akhirnya, kepada Allah saja kita gantungkan tawakal, kita serahkan ujung hasil dari semua ikhtiar. Wahai Muslimah, janganlah menyerah. Teruslah melangkah hingga kaki menginjak jannah.